Thursday, December 21, 2017

Dolanan Tradisional meriahkan festival komukino yang ke-6th

                         

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang kembali menyelenggarakan festival taunan komukino yang kini sudah berjalan di tahun ke 6 yang bertempat di gedung Monodhuis kotalama, Semarang. 

Dengan menggandeng 6 karesidenan yang ada di Jawatengah, festival komukino mengadakan beberapa acara festival yaitu festival kuliner,festival jamu,festival batik, talkshow,festival kampung dolanan dan berbagai perlombaan.
Zulfi(21) sebagai salah satu anggota komunitas kampung hompimpa yang juga mendukung acara festival dolanan ini merasa senang dan bangga ikut memeriahkan festival dolanan. Selain dapat mengajak para pengunjung kilas balik permainan yang sudah jarang ditemui seperti egrang, congklak, Gangsing, layangan, dan bakiak, pengunjung dapat bermain secara langsung. "Festival dolanan yang kita tahu bahwa awalnya karesidenan banyumas yang mengajak komunitas hompimpa ini untuk bergabung dengan sangat senang kami mendukung sekaligus langsung membawa beberapa permainan jadul yang kami bawa agar pengunjung juga tahu bahwa permainan jadul itu tidak punah jika kita bisa berusaha terus menerus untuk melestarikan danbmengenalkan kepada Generasi muda", ungkapnya.



Pengunjung juga terlihat sangat antusias mengunjungi stand festival dolanan. Selain kita dapat bernostalgia, pihak panitia festival mengadakan lomba bakiak dan egrang. Sorak bergembira dari pengunjung membuat acara festival komukino ikut meriah. Dari tahun ke tahun festival komukino selalu berjalan meriah. "Saya mengunjungi festival dolanan karena distand tersebut kami juga dapat mengenalkan sekaligus belajar untuk menciptakan mainan tradisional yang sudah jarang ditemui. Saya juga tidak menyangka di era modern ini masih ada generasi yang mempertahan mainan mainan di jaman saya kecil", ujar Hari(35).

Dengan kelancaran dan meriahnya acara yang terselenggara, pihak panitia komukino bangga atas kerjasama Tim yang tiap tahun memiliki ciri khas acara sendiri.  Harapan kedepan untuk tetap mempertahankan kemeriahan yang ada dan dapat mengajak lebih pengunjung yang menikmati kebudayaan Jawa Tengah yang beraneka ragam.



No comments:

Post a Comment